Sabtu, 07 Mei 2016

Puisi



Sajak buat ibu

Sebuah titik paling dalam
Bersama rupa kekelaman
Disana aku lihat payahmu
Lendir-lendir keringat bergentayangan
Menghujani disetiap tingkah lakumu
Aku tidak menahu, segala nikmat yang kau beri
Bersumber dari keharaman ilahi
Batinku retak, gendang telinga pekak
Tradisi ilmu macam apa ini?
Sementara bobot ku pernah menjejali isi perutmu
Segala upaya memasuki dinding pengabdian
Masihkah Engkau terima segala kesalahan
Malam ku milikmu
Aku ini anakmu
Maka segala macam doa, aku tuduhkan padamu
Wahai ibu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar